Mengembangkan Tujuh Komponen Kecerdasan Anak
Oleh : Rasmo,S.Pd.,M.Pd.

Pendahuluan
Kebanyakan dari orang tua pastilah menginginkan anaknya unggul dalam bidang akademik. Mereka akan bangga apabila anaknya mendapat nilai A, diterima pada sekolah favorit dan kuliah pada universitas yang bonafide dan bergengsi. Mereka beranggapan bahwa keberhasilan dalam bidang akademik merupakan awal kesuksesan hidup anak-anaknya. Padahal menurut hasil penelitian keberhasilan akademik, nilai yang tinggi hanya memberikan kontribusi sekitar 20% terhadap kesuksesan hidup seseorang. Afektiflah yang mampu mengoptimalkan pengetahuan dan menggerakkan keterampilan sehingga mampu meraih kesuksesan hidup.
Kondisi semacam ini dapatlah kita maklumi karena kita telah terarahkan untuk meyakini suatu kondisi bahwa keberhasilan akademis merupakan kunci keberhasilan anak dalam hidupnya, keunggulan akademis adalah segala-galanya. Sehingga para orang tua akan merasa kurang bahagia apabila prestasi akademik anaknya kurang menggembirakan. Analoginya adalah apabila anak-anak kita mendapat nilai bagus, mereka dapat masuk ke sekolah favorit, kuliah pada perguruan tinggi yang bonafide, meraih gelar istimewa, mendapat pekerjaan yang bagus dengan gaji yang tinggi yang dapat menjamin kebahagiaan dalam hidupnya.
Kenyataan/fakta di masyarakat menunjukkan bahwa banyak anggota masyarakat yang berhasil dalam hidupnya ternyata prestasi akademiknya dahulu ketika sekolah hanyalah biasa-biasa saja. Bahkan suatu kajian tentang para profesional yang berhasil, sepertiga dari mereka memiliki IQ yang rendah. Sebenarnya, faktor apakah yang sangat menentukan keberhasilan anak dalam hidupnya. Keberuntungankah ? Tetapi faktor ini juga hanya dialami oleh beberapa orang saja, paling dua di antara seratus atau sepuluh di antara seribu, orang Jawa bilang ‘satus tan antuk kalih, sewu tan antuk sedasa’.
Tujuh Komponen Kecerdasan Anak
Beberapa kecerdasan yang telah kita ketahui dan kita kembangkan dewasa ini antara lain Kecerdasan Intelektual atau Kecerdasan Intelegensi atau Intelligence Quality (IQ) dan Emotional- Spiritual Quotient. Padahal masih banyak kecerdasan-kecerdasan lain yang bisa kita kembangkan untuk mengoptimalkan potensi seorang anak sehingga memiliki kontribusi yang signifikan terhadap  kesuksesan hidupnya. Menurut Dr. Howard Gardner dalam Theory of Multiple Intelligence manusia memiliki tujuh komponen kecerdasan yang semuanya bisa dikembangkan. Ketujuh komponen tersebut adalah :
1.      Kecerdasan Linguistik-Verbal
Kecerdasan linguistik-verbal adalah kemampuan untuk menyusun pikiran dengan jelas dan mengungkapkannya melalui kata-kata dalam bentuk berbicara, membaca dan menulis. Orang-orang yang meniliki kemampuan ini biasanya menjadi orang-orang terkenal dan dikenang orang karena orasinya.kecerdasan ini sangat dihargai dalam dunia modern sekarang, karena orang cenderung untuk  menilai orang lain dari cara mereka berbicara dan menulis. Kemampuan berbicara merupakan faktor penting ketika seseorang  membentuk kesan pertama. Misalnya seorang pemimpin yang sedang beridato sehingga para pendengar terpesona terhadap apa yang disampaikan terlepas dari penampilan atau pakaiannya. Beberapa orang terkenal yang meiliki kemampuan ini antara lain Sir Winston Churchill, Larry King, John F Kennedy, Martin Luther, Barach Obama. Di Indonesia kita mengenal Bung Karno, Bung Tomo, Jendral Sudirman dan lain-lain.

2.      Kecerdasan Logis-Matematis
Kecerdasan matematis –logis adalah kemampuan untuk menangani bilangan, perhitungan, pola, pemikiran logis dan ilmiah. Antara kecerdasan logis dan matematis keduanya sama-sama mengikuti hukum dasar. Artinya keduanya mendasarkan pada landasan teori untuk melakukan analisa dan sintesa. Sesuatu yang diungkapkan dimulai dari landasan teori kemudian didukung dengan bukti untuk memperkuat argumentasi.
Dari logika matematika inilah timbul pemikiran ilmiah. Sesuatu dinyatakan ilmiah apabila dilakukan melalui langkah-langkah ilmiah, mulai dari mengamati fakta, merumuskan masalah, menyusun hipotesis, merancang eksperimen untuk membuktikan hipotesis hingga ditemukan teori-teori baru yang merupakan pengembangan dari teori sebelumnya atau benar-benar temuan baru. Menurut  pencetusnya yakni Dr.Howard Gardner kecerdasan ini adalah yang paling penting dibandingkan dengan kecerdasan lainnya.
Orang-orang terkenal dengan kecerdasan logis-matematis mencapai kesuksesan hidupnya sebagai ilmuwan, tokoh akademisi, ahli matematika, dan filsuf yang memiliki kemampuan besar dalam menangani bilangan dan konsep abstrak. Contoh tokoh-tokoh besar dengan kemampuan ini antara lain Aristoteles, Isac Newton, Descartes, Albert Einstein dan Bertnart Russell.

3.      Kecerdasan Spasial-Visual
Kecerdasan visual-spasial adalah kecerdasan untuk melihat dengan tepat gambaran visual di sekitar mereka secara jeli atau cermat sehingga mampu memperhatikan detail-detail kecil yang oleh orang lain terlewatkan. Kecerdasan ini dimiliki oleh arsitek, enginer, seniman, fotografer, pilot, navigator, pemahat, pembatik dan lain-lain.
Apabila seorang seniman memperhatikan sebuah lukisan , dia akan mampu memperhatikan perbedaan kecil yang tak kentara dalam cara penggunaan warna dan perubahan dalam sapuan kuas. Apabila seorang fotografer memeriksa sebuah foto, dia memperhatikan cara arah sinar  meningkatkan kejelasan subyek dalam gambar. Seorang arsitek mampu menempakan dirinya seakan-akan dia benar-benar berdiri di dalam rumah itu, sehingga mampu menemukan ketidaksesuaian dalam desain apabila gambar kurang proporsional atau kurang jelas.

4.      Kecerdasan Ritmik-Musik
Kecerdasan ritmik-musik adalah kemampuan untuk menyimpan nada dalam benak seseorang agar ia mengingat irama itu yang secara emosional dipengaruhi oleh musik. Musik adalah bahasa internasional karena musik bisa didengar dan dinikmati dan dimengerti oleh semua orang di dunia walaupun dilantunkan dengan bahasa yang berbeda. Orang Indonesia yang tidak mengerti bahasa Inggris pun ikut histeris saat menyaksikan konser Justin Bibber. Sebaliknya orang Jepang yang dengan asyik mengikuti goyang dangdut penyanyi Indonesia. Musik juga merupakan jendela hati kita. Musik dapat mengungkapkan emosi yang tidak bisa diungkapkan dengan media lain. Hampir semua orang bisa dipengaruhi musik. Sebuah contoh adalah seorang pemuda yang asyik manggut-manggut  sambil jalan-jalan ketika di telinganya menempel sebuah earphone. Beberapa tokoh dengan kecerdasan ritmik-musik ini antara lain Mozart, Beethoven, Tschaikovsky, dan Andrew Lloyd. Umumnya mereka memperlihatkan kemampuan musikal dari usia dini.

5.      Kecerdasan Kinestik
Kecerdasan kinetik adalah kemampuan manusia untuk membangun hubungan yang harmonis antara pikiran dan tubuh sehingga tubuh mampu memanipulasi obyek dan menciptakan gerakan-gerakan. Profesi olah raga sangat cocok dikembangkan dengan kecerdasan ini. Tentu saja kemampuan ini sesuai dengan tingkat perkembangan fisik seorang anak. Bayi yang semula tidak berdaya ketika dilahirkan, lama kelamaan bisa berjalan, berlari, melompat, dan melakukan tugas-tugas perkembangan fisiknya.  Kecerdasan ini berpengaruh terhadap kecepatan perkembangan anak. Seoarang anak mungkin lebih cepat menyelesaikan tugas perkembangannya dibandingkan dengan anak yang lain. Berdasarkan penelitian terbukti bahwa kemampuan fisik ini akan dibawa anak sampai masa dewasa. Misalnya seorang anak yang takut air mungkin akan tumbuh menjadi seorang dewasa yang tidak menyukai aktivitas di air.

6.      Kecerdasan Interpersonal
Kecerdasan interpersonal adalah kemampuan untuk berhubungan dengan orang-orang di sekitar kita. Dengan keceerdasan ini orang mampu memahami dan memperkirakan perasaan, temperamen, suasana hati, dan keinginan orang lain kemudian menanggapinya secara baik. Kecerdasan inilah yang memungkinkan kita untuk membangun kedekatan, memberikan pengaruh kepada orang lain dan masyarakat. Kecerdasan interpersonal bukanlah pembawaan dari lahir tetapi bisa dikembangkan melalui latihan, pembinaan dan pendidikan seperti halnya kecerdasan lainnya. Kecerdasan ini sangat baik apabila dikembangkan sejak usian muda. Kecerdasan ini pula yang akan membawa seseorang menjadi pemimpin besar yang sangat disukai oleh rakyatnya.

7.      Kecerdasan Intrapersonal
Keceerdasan interpersonal adalah kecerdasan untuk mengenal diri sendiri yaitu kemampuan untuk memahami diri sendiri serta bertanggung jawab atas kehidupannya sendiri. Orang dengan kecerdasan intrapersonal tinggi akan selalu berpikir dan berpikir tentang dirinya. Bagaimana mengelola kemampuannya untuk mengatasi permasalahan hidupnya sendiri. Memang orang seperti akan cepat berhasil dalam hidupnya tetapi kadang-kadang terkesan sangat individualis dan introvert. Keceerdasan intrapersonal tidak  hanya penting bagi mereka yang berjuang untuk menjadi pemimpin atau atasan. Tetapi pada dasarnya penting bagi setiap orang yang ingin menguasai kendali atas kehidupannya sehingga mencapai keberhasilan. Oleh karena itulah maka keceerdasan ini sering disebut sebagai kecerdasan penguasaan diri.
Untuk menjadi seorang yang benar-benar cerdas dan meraih sukses dalam hidupnya mestinya seorang anak harus memiliki nilai yang tinggi (A) pada ketujuh kecerdasan di atas, atau minimal empat sampai lima dari tujuh komponen kecerdasan tersebut. Sangat jarang memang seseorang yang memiliki nilai tinggi pada semua komponen kecerdasan. Beberapa pemimpin besar dunia termasuk Sang Proklamator sekaligus Presiden Republik Indonesia pertama adalah orang-orang yang memiliki nilai tinggi pada sebagaian besar komponen kecerdasan tersebut. Pengusaha-pengusaha sukses adalah orang-orang cerdas juga, sebab kalau tidak cerdas mereka tidak akan mampu mengelola perushaan-perusahaan besar yang mereka miliki. Prestasi akademis dan hasil tes IQ bukanlah satu-satunya indikator untuk mengukur kecerdasan seseorang karena keduanya hanya mengukur kemampuan linguistik-verbal dan logis-matematis seseorang. Mungkin saja seseorang memiliki IQ yang tinggi dan memperoleh nilai A dalam ujian, tetapi mungkin tidak memiliki kecerdasan lain yang diperlukan untuk berhasil dalam kehidupannya.
Bagaimanakah Cara Mengembangkan Multiple Intelegences
Apakah kecerdasan Multiple Intelegences dapat dikembangkan ? Semua komponen kecerdasan tersebut di atas bisa dikembangkan dengan bermacam-macam kegiatan atau permainan, tetapi jarang ada yang  sempurna di mana seseorang memiliki ketujuh kecerdasan tersebut  sekaligus. Kegiatan pengembangan kecerdasan tersebut tidak hanya terpaku pada kegiatan di sekolah oleh guru tetapi bisa juga dilakukan oleh orang tua di rumah.
Sering bermain dengan anak di rumah atau berdialog dengan anak merupakan cara jitu untuk mengoptimalkan pengembangkan kecerdasan-kecerdasan tersebut. Oleh karena itu orang sangatlah penting untuk mempelajari permainan-permainan yang dapat merangsang semua komponen kecerdasan anak. Kebiasan orang tua di rumah, kebiasaan masyarakat sekitar  juga turut memberikan andil dalam pengembangan tujuh kecerdasan tersebut (multiple intelegences).
Bagi para guru di sekolah kegiatan yang bervariasi serta pemilihan strategi yang lebih banyak  melibatkan anak sangat membantu dalam mengeksplorasi multiple intelegences anak didik. Permainan edukatif media, alat peraga serta model-model pembelajaran yang inovatif sangatlah penting untuk dikuasai guru.
Penutup
Demikianlah sekilas tentang tujuh kecerdasan manusia yang disebut Multiple Intelegences. Menurut Dr.Howard Gardner  kecerdasan inilah yang berpengaruh besar terhadap kesuksesan anak di kelak kemudian hari bukan nilai A di sekolah, bukan sekolah yang favorit dan bukan pula universitas yang bonafide. Mudah-mudahan uraian ini berguna bagi pengembangan potensi anak didik kita di sekolah serta anak kita sendiri di rumah.( Rasmo, 085878971210 )



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cover SD Tantri